Pendidikan Perspektif Imam al-Ghazali

00.06
Photoright: www.tendynews.com

Airsmaxs.com

Sahabat harmony, pendidikan merupakan sesuatu yang cukup hangat untuk diperbincangkan sejak dulu sampai sekarang. Nah, kali ini saya mencoba berbagi sedikit hal mengenai produk pemikiran pendidikan dari tokoh klasik yaitu Imam al-Ghazali. Tidak sah rasanya jika kita mengkaji pemikiran seorang tokoh tanpa mengetahui biografinya. Nah langsung saja kita cermati uraian singkat tentang biografi Imam al-Ghazali serta sekelumit pemikiran beliau tentang pendidikan.

Nama lengkap Imam al-Ghazali adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali, beliau dilahirkan pada tahun 450 H/1058 M di sebuah kampung yang bernama Ghazalah, Thusia, suatu kota di Khurasan, Persia. Ayah beliau adalah seorang pengrajin wol dan pedagang hasil tenun. Beliau adalah pemikir ulung Islam yang menyandang gelar Hujjatul Islam (pembela Islam), Zainuddin (hiasan agama), Bahrun Mughriq (samudra yang menghanyutkan), dan pembaharu agama. Gelar ini didasarkan pada keluasan ilmu dan amalnya serta hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan dalam mempertahankan ajaran agama dari berbagai serangan. Beliau meninggal di Thus pada tangal 14 Jumadil Akhir tahun 505 H/ 19 Januari tahun 1111 M.

Imam al-Ghazali adalah salah satu figur ideal yang memiliki pemikiran yang luas dan orisinil, sehingga beliau dikenal sebagai salah seorang pemikir di antara sederet pemikir-pemikir yang paling berpengaruh sepanjang masa. Lebih dari itu bahwa karya Imam al-Ghazali dapat dikatakan telah menjadi sumber pokok dalam proses penyebaran pengetahuan di negeri-negeri Barat pada zaman pertengahan. Hal ini dianggap cukup wajar karena dalam karya-karyanya, al-Ghazali mempunyai pemikiran yang luas, pembahasan yang mendalam, dan pengkajian yang rinci mengenai konsep pengetahuan yang bersumber dari al-Qur’an, Hadits, dan  perkataan sahabat, serta Tabi’in.

Imam al-Ghazali juga dikenal sebagai orang yang banyak mencurahkan perhatiannya terhadap bidang pengajaran dan pendidikan. Oleh karena itu, beliau melihat bahwa ilmu adalah keutamaan dan melebihi segala-galanya. Oleh sebab itu, menguasai ilmu baginya termasuk tujuan pendidikan dengan melihat nilai-nilai yang dikandungnya dan karena ilmu itu merupakan jalan yang akan mengantarkan manusia kepada kebahagiaan di akhirat serta sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berdasarkan alasan di atas, Imam al-Ghazali menyimpulkan bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan manusia sejak masa kejadiannya sampai akhir hayatnya melalui berbagai ilmu pengetahuan yang disampaikan dalam bentuk pengajaran secara bertahap, yang mana proses pengajaran itu menjadi tanggung jawab orang tua dan masyarakat. Maka sistem pendidikan itu haruslah mempunyai filsafat yang mengarahkan kepada tujuan yang jelas.

Bertolak dari pengertian pendidikan menurut al-Ghazali, dapat dimengerti bahwa pendidikan merupakan alat bagi tercapainya suatu tujuan. Pendidikan dalam prosesnya memerlukan alat, yaitu pengajaran atau ta’lim. Sejak awal kelahiran manusia sampai akhir hayatnya kita selalu bergantung pada orang lain. Dalam hal pendidikan ini, orang (manusia) yang bergantung disebut murid sedangkan yang menjadi tempat bergantung disebut guru. Murid dan guru inilah yang disebut sebagai subyek pendidikan.

Tujuan pendidikan secara umum dalam pandangan al-Ghazali hanyalah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Adapun tujuan utama dari penggunaan metode dalam pendidikan harus diselaraskan dengan tingkat usia, kecerdasan, bakat dan pembawaan anak dan tujuannya tidak lepas dari nilai manfaat. Dalam kaitannya dengan peserta didik, al-Ghazali menjelaskan bahwa mereka merupakan hamba Allah yang telah dibekali potensi atau fitrah untuk beriman kepada-Nya. Fitrah itu sengaja disiapkan oleh Allah sesuai dengan kejadian manusia, cocok dengan tabiat dasarnya yang memang cenderung kepada agama Islam.

Sahabat harmony, demikianlah sedikit uraian tentang seluk-beluk pemikiran pendidikan dari tokoh klasik Imam al-Ghazali. Tulisan ini saya sadur dari beberapa buku yang membahas produk pemikiran Imam al-Ghazali. Semoga bermanfaat.


Artikel Terkait

Previous
Next Post »