Bersiaplah Menyambut Pesta Demokrasi DKI Jakarta 2017

21.25

Airsmaxs.com

Suhu perpolitikan di Indonesia, khususnya DKI Jakarta di awal tahun 2017 ini dirasa mulai hangat. Semakin dekatnya waktu pilkada ditengarai menjadi penyebab menghangatnya kondisi perpolitikan tersebut. PILKADA serentak yang akan dilaksanakan sekitar pertengahan februari mendatang akan menjadi ajang yang tepat bagi para paslon (pasangan calon) gubernur untuk menunjukkan eksistensi mereka dalam pemilihan kepala daerah ini.

Tercatat ada tiga pasangan calon yang bertarung dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 Okezone ini. Pasangan calon (paslon) pertama adalah Agus Harimurti Yudhoyono atau yang biasa dikenal dengan sebutan AHY, berpasangan dengan Sylviana Murni atau yang akrab disapa Mpok Sylvi. Pasangan calon nomor urut dua, sekaligus sebagai calon gubernur petahana, yakni Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok berpasangan dengan Djarot Syaiful Hidayat. Dan paslon terakhir (nomor urut tiga) yaitu Anies Baswedan yang berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Popularitas para pasangan calon tersebut tentu tidak perlu dipertanyakan lagi. Paslon nomor urut satu misalnya, sebagai putra mantan presiden RI, nama Agus Harimurti Yudhoyono tentu tidak asing di telinga masyarakat, begitu pula dengan wakilnya, Sylviana Murni, yang pernah menduduki kursi penting di tataran pemerintah provinsi DKI Jakarta. Untuk paslon nomot urut dua juga demikian. Sebagai calon gubernur petahana, nama Ahok-Djarot sudah dikenal masyarakat DKI Jakarta secara keseluruhan. Begitu pula paslon nomor urut tiga, Anies-Sandi. Nama Anies Baswedan tampaknya sudah tidak asing lagi, karena Ia pernah menjabat sebagai rektor di salah satu perguruan tinggi di Jakarta dan pernah pula menduduki jabatan Mendikbud, begitupun dengan Sandiaga Uno yang dikenal sukses sebagai sosok entrepreneur muda.

Masing-masing pasangan calon tentu memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri. Para paslon berlomba-lomba meningkatkan elektabilitasnya dalam PILKADA kali ini. Warga DKI Jakarta tentu sangat haus akan sosok pemimpin yang tegas, santun, dan membela kepentingan rakyat kecil. Sosok atau karakter inilah yang berusaha untuk ditonjolkan oleh masing-masing pasangan calon. Mengurus daerah sekaliber DKI tentu tidaklah mudah. Para pasangan calon harus berpikir keras untuk memecahkan berbagai masalah yang telah lama melanda ibukota ini. Mulai dari masalah kemacetan, pemukiman kumuh, banjir, gencarnya arus urbanisasi, sampai pada masalah kemiskinan dan pengangguran. Ketiga pasangan calon berusaha menampilkan program yang pada intinya adalah memajukan dan mensejahterakan seluruh elemen masyarakat DKI Jakarta.

Banyak fakta menarik yang kita temui pada PILKADA 2017 ini. Segala yang berkaitan dengan pernak-pernik khas pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 Okezone telah kita jumpai. Mulai dari kampanye yang dilakukan oleh para pasangan calon untuk meningkatkan elektabilitas mereka, sampai pada debat terbuka yang diselenggarakan oleh KPU DKI Jakarta.

Berbagai cara dilakukan para pasangan calon untuk menarik simpati warga DKI. Tentu para paslon tersebut tidak hanya memfokuskan diri untuk menarik simpati warga dari kalangan atas saja, akan tetapi juga dari kalangan menengah ke bawah. Masing-masing pasangan calon memiliki strategi tersendiri untuk mendapat dukungan dari warga DKI. Mulai dari blusukan ke pasar-pasar tradisional, mengunjungi pemukiman warga yang tersebar di sekitar bantaran kali, sampai mengunjungi pusat-pusat perbelanjaan yang ada di Ibukota. Hal tersebut dilakukan hanyalah sebagai sarana untuk menuju kursi DKI 1.

Pertarungan pasangan calon gubernur DKI Jakarta 2017 ini sangat ramai dan menarik untuk diperbincangkan. Hal itu karena provinsi DKI Jakarta merupakan Ibukota negara, dan bisa dikatakan sebagai cermin bagi provinsi lainnya di seluruh Indonesia. Selain itu, kepopuleran para pasangan calon juga membuat banyak masyarakat mengikuti dengan seksama perkembangan berita pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 Okezone ini. Maka tidak mengherankan jika banyak mata terfokus pada gelaran pesta demokrasi daerah lima tahunan ini, tidak hanya warga Ibukota saja, tetapi juga warga luar DKI.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »